Isa Almasih adalah salah satu nabi besar Allah swt.Isa almasih adalah mesias bagi orang yahudi Isa almasih diberikan Kitab Injil dan hanya diutus untuk bani israil.Kristiani seringkali salah dalam mengartikan Al Qur'an Maka Thread ini Dibuat untuk menjawab Fitnah Ketuhanan Isa Almasih di Al Qur'an
1.Isa Almasih adalah Kalimatullah(Kalimat Allah)
"(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya." (QS. Shaad' 38:71-72)
apa yang dimaksud roh Allah dalam Al-Qur'an bukanlah Allah itu sendiri, melainkan ciptaan-Nya sehingga Dia dapat memberikan roh-Nya kepada siapa saja makhluk ciptaan-Nya.
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)," (QS. Ali-Imran 3:45)Sebelumnya mari kita lihat kata Arab yang digunakan dalam ayat tersebut.
2.Isa Almasih Terkemuka Dunia dan Akhirat"
QS. Ali-Imran 3:45
إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
"Idz Qaalati malaaikatu yaamaryamu innallaaha yubasysyiruka bikalimatin minhu ismunul masiihu isa ibnu maryama wajihan fiddunnya wal akhirati wa minal muqarrabiin"
Dalam ayat diatas, "wajihan" yang diartikan sebagai terkemuka. Kata "wajihan" juga berarti terhormat namun "wajihan" bukan bermakna paling atau mengungguli. Penghormatan atas nabi lain pun menggunakan kata "wajihan" karena para nabi adalah orang-orang yang terkemuka, mereka adalah orang-orang yang diberikan karunia lebih oleh Allah Subhana Wa Ta'ala. Contohnya penyebutan Nabi Musa juga memakai kata "wajihan".
QS. Al-Ahzab' 33:69
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا
"Yaa ayyuhal ladziina amanuu laa takuunuu kalladziina aadzau muusaa fabarra-ahullaahu mimmaa qaaluu wa kaana 'indallaahi wajihan."
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat/terkemuka di sisi Allah."
Jelasnya yang dimaksud orang yang termuka dalam Al-Qur'an bukan hanya Nabi Isa namun juga nabi-nabi yang lain. Jadi ayat diatas tidak membuktikan bahwa derajat Nabi Isa lebih tinggi dari nabi lain, karena semua nabi tentunya terkemuka disisi Allah Subhana Wa Ta'ala. Mengenai "muqarrabin" atau orang yang didekatkan, kata tersebut jelas menunjukkan bahwa Nabi Isa adalah salah satu orang yang didekatkan artinya masih banyak "muqarrabin" lainnya yaitu para Nabi juga orang-orang pilihan disisi Allah.
3.Isa Almasih Menunjukkan Jalan Yang lurus
Yang dimaksud jalan yang lurus adalah Islam"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (T-QS. Al-Faatihah' 1:6-7)
Orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah adalah nabi-nabi utusan Allah, para shiddiiqiin (Muslim yang sangat teguh kepercayaannya pada kebenaran Rasul), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an."Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (T-QS. An-Nisaa' 4:69)
Jalan mereka semua adalah jalan Islam dimana Islam adalah ajaran sempurna dan diridhai Allah.
"...Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..." (T-QS. Al-Maa'idah' 5:3)
"Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak)." (T-QS. Al-Jin' 72:16)
Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua
Sekian
1.Isa Almasih adalah Kalimatullah(Kalimat Allah)
"(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya." (QS. Shaad' 38:71-72)
apa yang dimaksud roh Allah dalam Al-Qur'an bukanlah Allah itu sendiri, melainkan ciptaan-Nya sehingga Dia dapat memberikan roh-Nya kepada siapa saja makhluk ciptaan-Nya.
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)," (QS. Ali-Imran 3:45)Sebelumnya mari kita lihat kata Arab yang digunakan dalam ayat tersebut.
2.Isa Almasih Terkemuka Dunia dan Akhirat"
QS. Ali-Imran 3:45
إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
"Idz Qaalati malaaikatu yaamaryamu innallaaha yubasysyiruka bikalimatin minhu ismunul masiihu isa ibnu maryama wajihan fiddunnya wal akhirati wa minal muqarrabiin"
Dalam ayat diatas, "wajihan" yang diartikan sebagai terkemuka. Kata "wajihan" juga berarti terhormat namun "wajihan" bukan bermakna paling atau mengungguli. Penghormatan atas nabi lain pun menggunakan kata "wajihan" karena para nabi adalah orang-orang yang terkemuka, mereka adalah orang-orang yang diberikan karunia lebih oleh Allah Subhana Wa Ta'ala. Contohnya penyebutan Nabi Musa juga memakai kata "wajihan".
QS. Al-Ahzab' 33:69
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا
"Yaa ayyuhal ladziina amanuu laa takuunuu kalladziina aadzau muusaa fabarra-ahullaahu mimmaa qaaluu wa kaana 'indallaahi wajihan."
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat/terkemuka di sisi Allah."
Jelasnya yang dimaksud orang yang termuka dalam Al-Qur'an bukan hanya Nabi Isa namun juga nabi-nabi yang lain. Jadi ayat diatas tidak membuktikan bahwa derajat Nabi Isa lebih tinggi dari nabi lain, karena semua nabi tentunya terkemuka disisi Allah Subhana Wa Ta'ala. Mengenai "muqarrabin" atau orang yang didekatkan, kata tersebut jelas menunjukkan bahwa Nabi Isa adalah salah satu orang yang didekatkan artinya masih banyak "muqarrabin" lainnya yaitu para Nabi juga orang-orang pilihan disisi Allah.
3.Isa Almasih Menunjukkan Jalan Yang lurus
Yang dimaksud jalan yang lurus adalah Islam"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (T-QS. Al-Faatihah' 1:6-7)
Orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah adalah nabi-nabi utusan Allah, para shiddiiqiin (Muslim yang sangat teguh kepercayaannya pada kebenaran Rasul), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an."Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (T-QS. An-Nisaa' 4:69)
Jalan mereka semua adalah jalan Islam dimana Islam adalah ajaran sempurna dan diridhai Allah.
"...Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..." (T-QS. Al-Maa'idah' 5:3)
"Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak)." (T-QS. Al-Jin' 72:16)
Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua
Sekian
Komentar
Posting Komentar